Pages

Monday, March 5, 2012

Wala' Bukan Imuniti


Standard umum yang berlaku dalam gerakan dakwah masa kini ialah bahawa anggota dimuhasabah di hadapan qiyadah/pemimpin. Kondisi ini mengharuskan mereka TAAT MUTLAK dalam keadaan suka atau terpaksa.

Namun, keperluan atau kehendak untuk menilai dan mengkoreksi para pemimpin gerakan dakwah masih menjadi hal yang tabu dan keji untuk dibincangkan dan dibahas. Demikian juga dalam organisasi dan pelaksanaannya, walaupun penilaian dan koreksi terhadap pemimpin itu sangat penting, tetapi diabaikan.

Pada umumnya para pemimpin masa kini hanya memaparkan laporan kerja mereka dan kerja organisasi secara umum dan dengan bahasa yg umum pula seperti, “segala sesuatu berjalan dengan baik”, “dakwah mengalami kemajuan”, “sesungguhnya masa depan Islam cerah”, “kemenangan sudah dekat”, “mereka melihatnya jauh, namun kami melihatnya dekat”, “kalian (para anggota) harus memperkuat keimanan dan memberikan pengorbanan yang lebih banyak lagi”, dan banyak lagi ungkapan-ungkapan umum lainnya.
Persoalannya, jika dalam gerakan, ada pemimpin yang mahu membuat dan memberikan laporan dan pertanggung jawaban terhadap tindakan dan kondisi organisasinya secara umum,adalah masih dianggap belum cukup dan pemimpin tersebut masih dianggap bermasalah.

Maka bagaimana dengan pemimpin yang sudah memimpin puluhan tahun, bahkan menginginkannya sampai mati. Namun tidak pernah membuat laporan pertanggung jawaban gerak kerjanya dan organisasi terhadap semua ahli? Inilah tragedi dan ironinya gerakan dakwah masa kini yang paling mengerikan.
Gerakan dakwah kehilangan dasar-dasar ilmiyah yang dijadikan sandaran untuk mengukur dan menilai para anggotanya.

Tidak ada pula analisa objektif, baik kuantitatif mahupun kualitatif, khususnya berkaitan dengan penjelasan tentang keanggotaan, masalah kewangan, laporan atau survey untuk mengetahui pendapat umum (yang berkembang dalam organisasi),mahupun kualiti kerja organisasi.

Yang terjadi adalah, seringkali pemimpin itu menolak untuk menjawab suatu pertanyaan dengan alasan keharusan sirriyah (rahsia tanzim) dan tidak boleh dibuka secara umum (atau dengan bahasa lainnya, ini atau itu adalah urusan pemimpin, cukuplah dia saja yang tahu).Sesungguhnya gerakan dakwah itu mustahil berada dalam situasi dan kondisi yang sihat bila qiyadah (pemimpin)-nya tidak tunduk pada “penilaian objektif secara rutin”. Sebab itu, orang-orang yang mahu mejadi pemimpin atau ingin terus menjadi pemimpin perlu dihadapkan kepada pertembungan dan cabaran yang nyata dan harus selalu dituntut untuk meningkatkan kualiti kerja mereka.

0 comments: